Kisah Nabi Ayyub A.S Lengkap dengan cobaan berat menimpanya bertahun-tahun

TABIRDAKWAH - Salam keselamatan bagi kita semua, pada kesempatan ini kita akan membagikan masih seputar tarikh, yang berjudul Kisah nabi Ayub as Lengkap dari awal sampai akhir yang mana cerita islami dan inspirasi ini dapat membuat keimanan kita semakin meningkat dan menebal, amin

Kisah nabi Ayub as ini kita peroleh dari berbagai sumber terpercaya dan pastinya bisa untuk bahan cerita kepada anak - anak , remaja , maupun orang dewasa atau tua sekalipun untuk diambil manfaat dan pelajaran untuk bekal hidup di dunia dan akherat tentunya

Kisah Nabi Ayyub A.S Lengkap


Kisah nabi Ayub as ini sebenarnya tidak sekedar cerita biasa, namun bisa juga disebut sejarah peradaban manusia yang didatangi para nabi dan rosul, sebagai bahan pelajaran bagi manusia yang hidup saat ini hingga akhir jaman ( kiamat ), karena cerita nabi Ayub ini memang kisah nyata dan fakta yang benar-benar terjadi pada zaman tersebut dan tanpa panjang lebar lagi mari kita simak kisah nabi Ayub ( Ayyub as ) lengkap dari awal hingga akhir.

Kisah Nabi Ayyub A.S dengan cobaan berat menimpanya bertahun-tahun Lengkap


Kisah Nabi Ayub AS lengkap Dari Awal Sampai Akhir

Nasab / Garis Keturunan Nabi Ayub as

Sebelumnya kita perlu mengetahui garis keturunan atau nasab nabi Ayub as, yaitu sebagai berikut ini : Ayyub adalah putra (keturunan) dari Aish (Eswa) bin Ishaq bin Ibrahim. Sebagaimana disebutkan dalam kisah Yaqub, Aish adalah saudara kembar Yaqub, jadi Ayyub masih keponakan Nabi Yaqub dan sepupu Nabi Yusuf. Dalam situs web Tayibah.com dijabarkan bahwa silsilah Ayyub adalah sebagai berikut, Ayyub bin Amus bin Tawih bin Rum bin Ais (Eswa) bin Ishaq bin Ibrahim.
Sumber lain mengatakan bahwa silsilah Ayyub adalah sebagai berikut, Ayyub bin Amwas bin Zarih dari keturunan nabi Ibrahim.

Kisah nabi Ayyub as lengkap dari awal sampai akhir

Kisah Nabi Ayyub alaihissalam yang pertama bahwa Nabi Ayyub adalah salah seorang manusia pilihan dari sejumlah manusia pilihan yang mulia. Allah telah menceritakan dalam kitab-Nya dan memujinya dengan berbagai sifat yang terpuji secara umum dan sifat sabar atas ujian secara khusus. 
Nabi Ayub diberi banyak nikmat oleh Allah dengan mempunyai banyak anak, istri, kastil atau rumah yang besar dan hewan ternak yang melimpah. Nabi Ayyub pun selalu taat dan bersyukur dalam begitu banyak kenikmatan
Hingga Allah telah mengujinya dengan anaknya, keluarganya dan hartanya, yaitu dengan bencana dimana semua anak-anaknya meninggal, lalu kastil atau rumahnya mengalami kerusakan parah serta seluruh hewan ternak nya mati. Istri-istrinya meninggalkan Nabi Ayyub saat keadaan terpuruk. kemudian dengan tubuhnya. Allah telah mengujinya dengan ujian yang tidak pernah ditimpakan kepada siapa pun, tetapi ia tetap sabar dalam menunaikan perintah Allah dan terus-menerus bertaubat kepada-Nya. Banyak dikisahkan bahwa Nabi Ayyub menderita penyakit kulit yang menjijikkan sehingga kaumnya memilih menghindar.
Tetapi untunglah ada seorang istri nabi Ayyub yang setia, banyak diriwayatkan bahwa Istri Nabi Ayub tersebut bernama Rahmah. Setelah Nabi Ayub menderita penyakit kronis dalam jangka waktu yang cukup lama, di mana sahabat dan keluarganyatelah melupakannya, maka ia menyeru Rabbnya,

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Ceritakan juga, wahai Muhammad, kisah Ayyûb. Tatkala menderita sakit, ia berdoa kepada Tuhannya seraya berkata, "Ya Tuhanku, aku terserang penyakit yang membahayakan, dan Engkau adalah Zat Yang Paling Pengasih." (Al-Anbiya’: 83).
Dikatakan kepadanya,

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖهَـٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

Kemudian Kami penuhi permintaannya dan Kami serukan kepadanya, "Hentakkanlah kedua kakimu di tanah, niscaya akan keluar air yang sejuk untuk kamu pakai mandi dan minum sehingga kepayahan dan rasa sakitmu hilang." (Shod: 42).


Baca Juga: Kisah Nabi Ibrahim A.S Lengkap Dari Awal Sampai Akhir

Kisah Nabi Ayyub alaihissalam Lengkap

Dalam kisah nabi Ayub as selanjutnya adalah Nabi Ayyub AS menghantamkan kakinya, maka memancarlah mata air yang dingin karena hantaman kakinya tersebut. Dikatakan kepadanya, "Minumlah darinya serta mandilah." Nabi Ayyub AS melakukannya, maka Allah Ta’ala menghilangkan penyakit yang menimpa bathinnya dan lahirnya.
Kemudian Allah mengembalikan kepadanya; keluarganya, hartanya, sejumlah ni’mat serta kebaikan yang dikaruniakan kepadanya dalam jumlah yang banyak. Dengan kesabarannya itu maka ia merupakan suri teladan bagi orang-orang yang sabar, penghibur bagi orang-orang yang mendapat ujian atau ditimpa musibah serta pelajaran berharga bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.



Kisah Nabi Ayub as Dalam Al Qur'an


Ketika Nabi Ayyub alaihissalam sakit, maka ia menemukan kepingan uang milik istrinya yang diperoleh dari hasil pekerjaannya melakukan sesuatu, sehingga ia bersumpah akan mencambuknya seratus kali cambukan. Kemudian Allah meringankannya dari Nabi Ayyub dan istrinya, seraya dikatakan kepadanya:


وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِب بِّهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Ada pula kisah lain mengatakan jikalau istri Nabi Ayyub bekerja selama nabi Ayyub dikucilkan kaumnya, hingga suatu hari tempat istrinya bekerja tidak menerimanya lagi karena khawatir tertular penyakit Nabi Ayyub. Hingga suatu hari istri Nabi Ayyub meminta izin suaminya akan menjual rambutnya untuk membeli roti. Nabi Ayyub meminta istrinya bersabar, tetapi karena sudah sangat lapar, istrinya tidak mengindahkan ucapan Nabi Ayyub. Kisah nabi Ayyub as selanjutnya adalah Ayyûb pernah bersumpah akan memukul salah seorang anggota keluarganya dengan beberapa ratus kali dengan kayu. Lalu Allah membebaskan sumpahnya dengan cara memerintahkannya mengambil seikat kayu (lidi) sebanyak yang disumpahnya, untuk dipukulkan sekali saja kepadanya. Ia pun memukulnya dengan seikat kayu lidi tadi. Dengan begitu dia melaksanakan sumpahnya dengan penderitaan yang lebih sedikit. Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia-Nya berupa nikmat tersebut karena Ayyûb sabar atas cobaan sehingga pantas menerima pujian itu. Maka ia adalah sebaik-baik hamba, karena selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahan. (Shod: 44).
Dalam ayat di atas terdapat dalil bahwa kifarat sumpah tidak disyari’atkan kepada seseorang sebelum syari’at kita, serta kedudukan sumpah di hadapan mereka adalah sama dengan nazdar, yang mesti dipenuhi.
Juga dalam ayat tersebut terdapat dalil, bahwa bagi orang yang tidak mungkin dilaksanakan hukuman had atasnya karena kondisinya yang lemah atau alasan lainnya, hendaklah diberlakukan kepadanya hukuman yang disebut dengan hukuman tersebut, karena tujuan dari pemberlakuan hukuman itu ialah pemberian rasa jera, bukan perusakkan atau penghancuran.
Baca Juga: Kisah Nabi Musa A.S Lengkap mengalahkan sihir dan membelah laut merah

Kisah Nabi Ayyub as Dalam Hadis Nabi

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik dari Nabi Muhammad, dia bersabda, “Sesungguhnya Nabi Allah Ayub AS diuji dengan musibah tersebut selama delapan belas tahun, di mana keluarga dekat serta keluarga yang jauh telah menolaknya dan mengusirnya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya, di mana keduanya telah memberinya makan dan mengunjunginya. Kemudian pada suatu hari salah seorang dari kedua saudaranya itu berkata kepada saudaranya yang satu, ‘Demi Allah, perlu diketahui, bahwa Ayub telah melakukan suatu dosa yang belum pernah dilakukan siapa pun di dunia ini.’ Sahabatnya itu bertanya, ‘Dosa apakah itu?.’ Saudaranya tadi berkata, ‘Selama delapan belas tahun Allah tidak merahmatinya, sehingga menyembuhkannya dari penyakit yang dideritanya.’ Ketika keduanya mengunjungi Ayyub AS maka salah seorang dari kedua saudaranya itu tidak dapat menahan kesabarannya, sehingga ia menyampaikan pembicaraan tersebut kepadanya. Ayyub AS menjawab, ‘Aku tidak mengetahui apa yang kamu berdua bicarakan, kecuali Allah Ta’ala telah memberitahukan; bahwa aku diperintah untuk mendatangi dua orang laki-laki yang berselisih supaya keduanya mengingat Allah. Sedang aku akan kembali ke rumahku dan menutup diri dari keduanya, karena merasa benci mengingat Allah, kecuali dalam kebanaran.’”
Nabi Muhammad bersabda, “Ketika Ayyub AS pergi menunaikan hajatnya maka istrinya memegang tangannya hingga selesai. Suatu hari istrinya datang terlambat dan Ayyub AS menerima wahyu, ‘Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.’ (Shad: 42) Ketika istrinya datang dan bermaksud menemuinya, maka ia melayangkan pandangannya dalam keadaan tertegun, dan Ayyub AS menyambutnya dalam rupa di mana Allah telah menyembuhkan penyakit yang dideritanya, dan rupanya sangat tampan seperti semula. Ketika istrinya melihatnya, seraya bertanya, ‘Semoga Allah memberkatimu, apakah engkau melihat nabi Allah yang sedang diuji? Demi Allah, bahwa aku melihatnya mirip denganmu saat ia sehat.’ Ayyub AS menjawab, ‘Sesungguhnya aku ini adalah dia.’ Ketika itu di hadapannya terdapat dua buah gundukan yaitu gundukan gandum dan jewawut. Kemudian Allah mengirim dua buah awan, di mana ketika salah satunya menaungi gundukan gandum, maka tercurah padanya emas hingga penuh, sedangkan pada gundukan jewawut tercurah mata uang hingga penuh.” (HR. Abu Ya’la, 3617, yang dishahihkan al-Hakim (2/581-582) dan Ibnu Hibban (2091) serta al-Albani dalam kitab Shahîh-nya no. 17).

Nah, itulah Kisah / sejarah / cerita lengkap nabi ayyub as yang dapat kita sajikan pada kesempatan ini, semoga bermanfaat untuk sahabat semua, jangan lupa berkunjung ke blog kita yang lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel