Kisah Malaikat Izrail Tidak Bisa Mencabut Nyawa Seseorang

TABIRDAKWAH - Assalam bagi kita semua, pada kesempatan yang baik ini kita akan membagikan kisah unik lain dari pada yang lainnya, namun meskipun unik tapi ada hikmah dibalik itu semuanya, yaitu kisah tentang Malaikat Izrail Tidak Bisa Mencabut Nyawa Seseorang dan semoga menadi bacaan yang bermanfaat dan berfaedah bagi kita semuanya, amin ya Robbal alamin

Kisah Malaikat Izroil ini bisa sahabat jadikan rujukan atau referensi terpercaya, karena diambil dari sumber yang dapat dipercaya, dan dapat pula dijadikan bahan dakwah atau bahan khotbah jumat bagi sahabat yang menjadi khotib, dan dapat dishare dibagi ke siapa saja yang membutuhkan

Kisah Malaikat Izrail Tidak Bisa Mencabut Nyawa Seseorang



Kisah Malaikat Izrail Tidak Bisa Mencabut Nyawa Seseorang

Suatu ketika Malaikat Izrail, malaikat yang bertugas mencabut nyawa mendatangi seorang hamba mukmin karena telah tiba saat ajalnya. Hamba mukmin tersebut sangat baik keimanannya, dan memiliki amalan istiqomah hampir di setiap anggota tubuhnya. Malaikat Izrail bermaksud mencabut ruhnya tersebut dari mulut seperti biasanya, tiba-tiba dari mulut itu keluar perkataan, “Wahai Izrail, tidak ada jalan bagimu untuk mencabut ruhnya dari sini, aku selalu dipergunakan oleh hamba ini untuk berdzikir kepada Allah!!”
Walaupun Malaikat Izrail biasanya bersifat pemaksa dan tidak bisa dihalangi ketika menjalankan tugasnya, tetapi dalam kasus hamba mukmin yang satu ini, sepertinya ia tidak berkutik dan tidak berdaya. Karena itu ia kembali menghadap Allah melaporkan kegagalannya menjalankan tugas mencabut nyawa, sambil menjelaskan penyebabnya, yang tentunya Allah lebih tahu sebelumnya. Allah SWT hanya berfirman, “Cabutlah nyawanya dari arah yang lain!!”

Baca Juga: Tata cara mandi zunub yang benar seperti Rasulullah
Malaikat Izrail mendatangi lagi hamba mukmin tersebut, dan mencoba mencabut nyawanya lewat tangannya. Tetapi seperti sebelumnya, dari tangannya tersebut keluar ucapan, “Wahai Izrail, tidak ada jalan bagimu untuk mencabut ruhnya dari sini, aku selalu dipergunakan oleh hamba ini untuk bersedekah, menyantuni anak yatim, berdakwah dan berjihad di jalan Allah!!”

Seperti sebelumnya, Izrail tidak berdaya menghadapi hujjah tersebut dan melaporkannya ke hadirat Allah, dan lagi-lagi Allah hanya berfirman, “Cabutlah nyawanya dari arah yang lain!!”

Beberapa kali Malaikat Izrail mendatangi anggota badan lainnya dari hamba mukmin tersebut, untuk menjadi jalan mencabut nyawanya tetapi ia mengalami kegagalan. Dan ia pulang-balik beberapa kali ke hadirat Allah untuk melaporkannya dan hanya mendapat perintah yang sama.
Baca juga: Dosa Riba lebih besar dari Zina Mengerikan

Kisah Malaikat Izrail Ketika Mencabut Nyawa

Ketika mencoba mencabut nyawanya lewat kakinya, sang kaki berkata, “Wahai Izrail, tidak ada jalan bagimu untuk mencabut ruhnya dari sini, aku selalu dipergunakan oleh hamba ini untuk berjalan ke masjid untuk shalat jamaah, mendatangi majelis-majelis ilmu dan pengajaran, berdebu di jalan Allah (berjihad), dan berbagai macam kebaikan lainnya!!” 

Ketika mencoba mencabut nyawanya lewat telinganya, sang telinga berkata, “Wahai Izrail, tidak ada jalan bagimu untuk mencabut ruhnya dari sini, aku selalu dipergunakan oleh hamba ini untuk mendengarkan Al Qur’an dan pengajaran-pengajaran agama (ta’lim), begitu juga ia banyak berdzikir dengan aku!!’

Baca Juga: Bunuh diri adalah dosa besar
Ketika mencoba mencabut nyawanya lewat matanya, sang mata berkata, “Wahai Izrail, tidak ada jalan bagimu untuk mencabut ruhnya dari sini, aku selalu dipergunakan oleh hamba ini untuk membaca Al Qur’an dan berbagai macam kitab-kitab tentang keislaman. Begitu juga ia telah banyak melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dengan diriku sehingga makin memantapkan keimanannya!!”

Begitulah, setelah berbagai macam jalan dicoba dan Malaikat Izrail mengalami kegagalan karena hujjah anggota tubuhnya tersebut dengan amalan istiqomah yang dilakukan sang hamba, ia melapor kepada Allah, “Wahai Tuhanku, aku telah dikalahkan (dilumpuhkan) dengan hujjah (alasan-alasan) dari anggota tubuh hamba-Mu yang beriman itu, lalu bagaimana aku harus mencabut nyawanya?”

Kali ini Allah berfirman, “Tulislah nama-Ku di atas telapak tanganmu dan tunjukkan tulisan itu kepada hamba-Ku itu!!”

Baca Juga: Inilah 4 Malaikat Yang Allah SWT Turunkan Saat Manusia Sedang Sakit
Malaikat Izrail melaksanakan perintah Allah itu dan turun menemui hamba mukmin tersebut. Ia menunjukkan telapak tangannya yang di sana telah tertulis Asma Allah, di depan matanya. Segera saja tampak senyum mengembang dan mata berbinar penuh kerinduan, kemudian ruh hamba mukmin tersebut keluar dengan sendirinya lewat mulutnya, menuju rengkuhan Malaikat Izrail, yang memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Seolah-olah ruh itu mendengar panggilan Allah : Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’ii ilaa rabbiki raadhiyatan mardhiyyah, fadkhulii fii ‘ibaadii, wadkhulii jannatii…

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya.
Akhirnya malaikat Izrail bisa menyelesaikan tugasnya memlncabut nyawa manusia, hamba Allah

Ada cerita menarik lainnya. Suatu ketika, mantan presiden KH Abdurrahman Wahid dirawat di rumah sakit pusat di ruang ICU, tiba-tiba ketika sore hari Gus Dur panggilan populer presiden ke 4 itu, minta pindah rumah sakit. Langsung serta merta sore itu juga bapak Gus Dur dipindahkan ke rumah sakit lain. 
Malam hari nya beliau menyuruh ajudannya untuk menelpon rumah sakit pertama nya dan menanyakan apa yang terjadi di sana. Pihak rumah sakit menjawab bahwa ada 4 orang di ICU yang dirawat bersebelahan dengan bapak Gus Dur meninggal dunia.
Lalu ajudannya bertanya apa yang sesungguhnya terjadi. Bapak Gus Dur menjawab sore harinya beliau melihat malaikat Izrail sudah mondar mandir hendak mencabut nyawa manusia. Ia khawatir jikalau malaikat Izrail salah mencabut nyawa, makanya beliau langsung minta dipindahkan.

Ada cerita menarik lainnya yaitu dalam kisah Mahabharata, kakak tertua mereka Yudistira dan keempat adiknya serta ibu mereka, kunti menjalani moksa setelah perang Mahabarata.byang menarik lagi dalam perjalanan moksa ya ke puncak Himalaya, satu persatu adiknya meninggal dunia diikuti oleh ibunya Kunti juga meninggal dunia. Yudistira sendiri sampai puncak Himalaya dengan selamat dan menuju sorga dengan tanpa melewati proses kematian. Karena semasa hidupnya Yudistira selalu berkata jujur dan tidak pernah berbohong sekalipun.

Menariknya kisah ini seperti kisah Nabi Idris AS. Nabi Idris yang saat ini berada di surga juga tidak melewati proses kematian yang menyakitkan. Nabi Idris dalam Al Qur'an disebut sebagai orang yang jujur. 

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel