Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad Saw, Kisah Islami Penyentuh Jiwa dan Qolbu

TABIRDAKWAH - Assalam untuk pembaca semuanya, pada kesempatan ini kami ingin berbagi tentang kisah inspiratif , kisah seru Islami penggugah jiwa yang Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad Saw yang semoga dapat menambah ilmu dan keluasan wawasan kita semua

Kisah Khadijah Istri Rasulullah Saw  ini kami dapatkan dari beberapa sumber terpercaya, dan sudah kita susun sebaik mungkin agar mudah dipahami oleh pembaca semua, karena yang datang ke webaite kita ini dari berbagai kalangan baik remaja, anak2 , dan orang dewasa,

Khadijah binti Khuwailid merupakan salah satu wanita yang paling beruntung di dunia ini, karena bisa mendampingi orang yang paling mulia di dunia ini, yaitu nabiyullah Muhammad Saw, Khodijah adalah wanita yang paling dicintai oleh nabi, kedusukan Khadijah sangat istimewa sekali, sampai sampai Aisyah merasa cemburu dengan khodijah meskipun Istri pertama nabi ini sudah wafat sebelum Rasulullah menikahi Aisyah, dan untuk lebih lengkapnya mari kita baca kisah dan ceritanga

Kisah Khadijah Lengkap


Biografi Khodijah Istri Yang Mulia

Sebelum masuk pada kisahnya maka kita perlu mengenal lebih dekat Istri nabi ini, Ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha adalah wanita Quraisy yang terkenal dengan kemualiaannya, baik dari sisi nasab maupun akhlaknya. Oleh karena itu Khajidah binti Khuwailid dijuluki Al  kubro atau Khajidah Al kubro karena mulianya nasab serta perilakunya. Nasabnya dengan Nabi pada kakek kelima, karena itu beliau adalah istri Nabi yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Khadijah dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah, ibunda Khadijah sempat mengalami fase jahiliyah namun hal itu tidak mempengaruhi perangai dan kepribadiannya yang mulia. Ia adalah wanita pertama, bahkan orang pertama yang beriman kepada kerasulan sang suami, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada sedikit pun kalimat-kalimat penolakan, mendustakan risalah, atau yang membuat Nabi sedih. Di saat-saat berat awal menerima wahyu, Khadijah selalu menyemangati dan menguatkan sang suami.

Pernikahan Rosululloh dengan Khodijah

Saat berusia 4o tahun, Khadijah dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Pernikahan itu terjadi pada tahun 25 sebelum hijrah dan saat itu sang suami pun genap berusia 25 tahun. Rumah tangga yang suci ini berlangsung selama 23 tahun. Dan keduanya dianugerahi 6 orang anak; 2 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka adalah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Qultsum, dan Fatimah. Khajidah binti Khuwailid adalah satu-satunya istri nabi yang tidak dipoligami

Ummul mukminin, Khadijah radhiallahu ‘anha wafat pada usia 65 tahun, 3 tahun sebelum hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah. Ayahnya: Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza. Dia adalah kakeknya Zubair bin Awwam, Ibunya: Fatimah bintu Zaidah bin Al-Asham. Dia adalah bibi sahabat Ibnu ummi Maktum.

Ahli sejarah berbeda pendapat, apakah khadijah menikah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan janda, ataukah masih gadis. Sebagian mengisyaratkan bahwa Khadijah masih gadis, diantaranya Abu Nuaim Al-Ashbahani dalam Dalail An-Nubuwah (1178).

Usia Khadijah Saat Menikah dengan Nabi

Ulama berbeda pendapat tentang usia khadijah ketika menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keterangan yang sering kita dengar, beliau menikah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di usia 40 tahun. Berdasarkan riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Sa’d dalam At-Thabaqat Al-Kubro, dari Al-Waqidi. Dalam riwayat itu dinyatakan:

وتزوجها رسول الله صلى الله عليه و سلم وهو بن خمس وعشرين سنة وخديجة يومئذ
بنت أربعين سنة ولدت قبل الفيل بخمس عشرة سنة

Artinya adalah: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya (Khadijah) ketika beliau berusia 25 tahun, sementara Khadijah berusia 40 tahun.”(Thabaqat Ibn Sa’d, 1132)

Akan teteapi dalam riwayat Al-Hakim dengan sanadnya, dari Muhammad Ibnu Ishaq, beliau menyatakan:

وكان لها يوم تزوجها ثمان وعشرون سنة

Artinya adalah: “Pada hari pernikahannya (Khadijah), beliau berusia 28 tahun.” (Al-Mustadrak Al-Hakim, 11157)

Kemudian dalam Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir mengatakan

نقل البيهقي عن الحاكم أنه كان عمر رسول الله صلى الله عليه و سلم حين تزوج
خديجة خمسا وعشرين سنة وكان عمرها إذ ذاك خمسا وثلاثين وقيل خمسا وعشرين سنة

“Dinukil oleh Al-Baihaqi dari Al-Hakim bahwa usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menikah dengan Khadijah adalah 25 tahun, sedangkan usia Khadijah ketika itu adalah 35 tahun, ada juga yang mengatakan, 25 tahun…” (Al-Bidayah wa An-Nihayah, 2295). Tetapi banyak ulama yang sepakat bahwa usia Khadijah saat menikah dengan Rasulullah adalah 40 tahun.

Allahu a’lam, tidak ada acuan yang cukup menenangkan dan meyakinkan dalam hal ini, karena itu kita tidak perlu terlalu mendalami. Lebih dari itu, orang tidak jadi sesat gara-gara salah dalam menentukan tahun pernikahan Khadijah.

Keutamaan Khadijah

Khadijah merupakan istri pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. dan selama beliau bersama Khadijah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpoligami sampai Khadijah meninggal. Dan semua putra Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berasal dari pernikahannya dengan Khadijah, termasuk diantaranya Fatimah istri Ali bin Abi Thalib, putri bungsu dari Khadijah. Kecuali satu, Ibrahim. Ibrahim berasal dari ibu Mariyah Al-Qibthiyah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memuji beberapa wanita, diantaranya khadijah,

حَسْبُكَ مِنْ نِسَاءِ العَالَمِينَ: مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ
مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ

Cukup bagimu 4 wanita pemimpin dunia: Maryam bintu Imran (Ibunda nabi Isa), Khadijah bintu Khuwailid, Fatimah bintu Muhammad, dan Asiyah Istri Fir’aun. (HR. Ahmad 12391, Turmudzi 3878, dan sanadnya dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering menyebut nama Khadijah, sampai A’isyah radhiyallahu ‘anha mengatakan tentang Khadijah,

مَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ ، هَلَكَتْ ( أي :
ماتت ) قَبْلَ أَنْ يَتَزَوَّجَنِي لِمَا كُنْتُ أَسْمَعُهُ يَذْكُرُهَا

Aku tidak pernah cemburu terhadap semua istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana aku cemburu kepada Khadijah. Beliau meninggal sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku, namun aku sering mendengar beliau menyebut-nyebut Khadijah. (Khadijah 3815)

Rasulullah pun ketika Khadijah sudah meninggal, menyembelih dan memotong daging kambing untuk dibagi-bagikan kepada sahabat-sahabat dan kerabat Khadijah.

Khadijah RA meninggal ketika Rasulullah dan pengikut-pengikutnya diboikot oleh kaum kafir Makkah. Waktu itu harta Khadijah habis untuk mendukung kehidupan pengikut Rasulullah yang diboikot. Saat masa boikot, teman-teman Syaiidina Khadijah tidak tega, sehingga secara sembunyi-sembunyi mengirim bahan makanan untuk Khadijah.  Tak jarang Khadijah RA mengalah untuk tidak makan agar anak-anak yang ikut diboikot tidak kelaparan.

Kondisi yang demikian membuat kesehatan Khadijah semakin menurun. Sehingga akhirnya Syaiidina Khadijah meninggal saat masa boikot. Ditambah lagi paman beliau juga menyusul Khadijah wafat. Tahun-tahun ini menjadi tahun kesedihan bagi Rasulullah.

Tahun-tahun kesedihan Rasulullah Muhammad SAW berlangsung selama dua tahun. Dan selama itu pula Rasulullah Muhammad SAW menduda. Itu yang membuat para sahabatnya khawatir sehingga mencoba mencarikan pengganti Khadijah untuk Rasulullah. Namun nyatanya Khadijah Al kubro memang tak pernah bisa tergantikan.

Nah, itulah kisah paling lengkap tentang Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad Saw yang dapat kita aajikan untuk anda semoga ada manfaatnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel